Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energy Kronik (KEK) di Puskesmas

 

Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energy Kronik (KEK)
di
Puskesmas
XXX Periode Tahun 2019

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1    Latar
Belakang Masalah

Kekurangan
energy kronis (KEK) merupakan suatu kondisi dimana seorang ibu hamil menderita
kekurangan asupan makan yang berlangsung dalam jangka waktu lama (menahun atau
kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan, sehingga peningkatan
kebutuhan zatgizi pada masa kehamilan tidak dapat terpenuhi (Kemenkes, 2015)

Asupan energi dan protein yang tidak
adekuat pada ibu dapat menyebabkan KEK (
Kemenkes RI, 2016). Salah satu indikator
untuk mengetahui status gizi serta mendeteksi risiko KEK pada ibu adalah
pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Di Indonesia digunakan ambang batas
nilai rerata LiLA <23,5 cm untuk meggambarkan adanya risiko KEK pada ibu
(Kemenkes RI, 2013).

Status
gizi ibu
hamil yang baik sangat menentukan
perkembangan dan pertumbuhan janin yang juga akan memengaruhi kelancaran proses
persalinan. Status gizi ibu hamil yang baik dapat diperoleh dengan seimbangnya
antara asupan dan kebutuhan gizi.

Jika
selama masa kehamilan  asupan tidak  seimbang dengan kebutuhan
gizi, ibu dan janin mengalami
berbagai  masalah , antara lain : janin
dapat mengalami kecacatan, berat badan lahir rendah (BBLR) yakni kurang dari
2500 gram, anemia selama masa kehamilan, perdarahan, dan kematian neonatal. Ibu
hamil yang mengalami kekurangan gizi akan menderita kekurangan energy kronis
(KEK), sehingga  akan berakibat buruk
terhadap keadaaan fisik. Selain itu, ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi
berisiko melahirkan bayi dengan berat badan

rendah
sebesar 2-3 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil yang tidak mengalami
kekurangan gizi dan kemungkinan meninggal bayisebesar 1,5 kali lipat
(Andriyani, 2015)
.

Menurut World Health Organization (WHO), persentase
tertinggi penyebab
kematian ibu
adalah perdarahan (28%) dan infeksi, yang dapat disebabkan anemia dan KEK. Di
berbagai negara kejadian ini berkisar kurang 10% sampai hampir 60%.
(Prawirohardjo, 2006)

Menurut WHO tahun 2010, batas ambang masalah
kesehatan masyarakat untuk ibu hamil dengan risiko KEK adalah <5%, sementara
hasil PSG 2017, menunjukkan angka 14,8% untuk prevalensi  ibu hamil KEK. Hal ini menunjukan bahwa
Indonesia mempunyai masalah kesehatan masyarakat kategori sedang (10-19%) untuk
masalah ibu hamil dengan risiko KEK.
Hasil
Riskesdas 2018 diindonesia terjadi penurunan prevalensi ibu hamil
Kurang Energi Kronis (KEK) dari 24,2% pada tahun 2013
menjadi 17,3%
pada tahun 2018. Sedangkan angka KEK pada populasi
wanita usia subur tidak hamil juga mengalami penurunan, dari 20,8% menjadi 14,5%
di tahun 2018.
         

Berdasarkan data dari
laporan
Dinas Kesehatan Kabupaten XXX pada tahun 2018, menyebutkan bahwa jumlah ibu hamil di Kabupaten XXX sebanyak 48.620 kasus dan tercatat ibu hamil kekurangan energy kronis (KEK)
sebanyak 4984 kasus
 10,25%  (Laporan Tahunan Dinas Kabupaten XXX, 2018).

Berdasarkan data
provinsi jawa barat 2018 menyebutkan bahwa ibu hamil yang
mengalami KEK sebanyak 14%
(laporan tahunan riskesdas provinsi jawa barat 2018).

Berdasarkan data dari laporan
puskesmas XXX kabupaten XXX

pada tahun 201
9,
menyebutkan bahwa jumlah
ibu hamil di puskesmas XXX XXX sebanyak 206
ibu hamil
 dan tercatat
ibu hamil kekurangan energy kronis (KEK) sebanyak 18 kasus 8,73%
(Laporan 
bulanan
puskesmas XXX Kabupaten XXX,
201
9).

Upaya pemerintah dalam menangani kekurangan energy
kronis (KEK) pada ibu hamil adalah memberikan
Pembinaan gizi
dan memberikan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil yang mengalami kekurangan energy kronis (KEK)  pemberian makanan tambahan (PMT) targetnya
adalah 95% tetapi baru terealisasi 44,10% (kementrian kesehatan republic indonesia 2018)
.

Berdasarkan  penelitian  Siti Muliawati akbid citra medika faktor penyebab ibu hamil kurang energy kronis dipuskesmas
sambi kecamatan sambi kabupaten boyololi tahun 2012
yaitu Pendapatan sebagian
besar ibu adalah
berpendapatan sedang
berjumlah 16 responden (53,3%). Faktor Pendidikan ibu
hamil kurang energi kronis sebagian besar
berpendidikan SMP yaitu 12 orang
(40%). Faktor Umur ibu hamil kurang energi kronis sebagian besar
berumur
antara 21 – 35 tahun
berjumlah 27 ibu hamil (90%). Faktor Paritas ibu hamil yang
mengalami kurang energi kronis sebagian besar
paritas 1s/d2 anak berjumlah 23
ibu hamil (76,7%). Faktor Pola Konsumsi makan ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis sebagian besar pola konsumsi
baik berjumlah 18 ibu hamil

(60%). Faktor Penyakit Infeksi ibu hamil sebagian besar tidak memiliki
infeksi
sebanyak 26 ibu hamil
(86,7%)

Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan oleh penulis
di puskesmas XXX kabupaten XXX pada tanggal 22 april
2019 diperoleh data
 jumlah seluruh ibu hamil tahun dari bulan januari-maret sebanyak 206 ibu
hamil. Kemudian diambil
sample 10 ibu
hamil yaitu
6
ibu hamil yang tidak mengetahui  tentang
KEK dan 4 ibu hamil yang mengetahui tentang  KEK.

Data januari
–maret 2019 dipuskesmas XXX terdapat  206
( ibu hamil dan ibu hamil yang mengalami kekurangan energy kronis (KEK) ada 18
(8,73) ibu hamil .
Berdasarkan  latar 
belakang  tersebut,  penulis 
tertarik  untuk  melakukan 
penelitian tentang adanya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA
IBU HAMIL DI PUSKESMAS
XXX”

 

1.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan data dari dinas kesehatan kabupaten XXX pada
tahun 2018
terdapat 4.984 kasus ibu hamil yang mengalami KEK dari 48.620 jumlah ibu hamil
yang ada di Kabupaten XXX dan berdasarkan laporan KIA dipuskesmas XXX jumlah
kasus KEK pada tahun 2019 adalah 18 (8,73%) kasus dari 206 ibu hamil.

Berdasarkan data
tersebut dapat diketahui bahwa kejadian KEK masih cukup
tinggi. sehingga perlu
dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor pengetahuan apa sajakah
yang berhubungan dengan terjadinya KEK diwilayah kerja puskesmas XXX tahun 2019.

 

1.3    Tujuan

1.3.1   Tujuan
umum

untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energy kronik (KEK)
dipuskesmas XXX periode tahun 2019
.

 

1.3.2   Tujuan
khusus

1.      Diketahui Distribusi
frekuensi faktor usia ibu hamil tentang kekurangan energy kronis (KEK) pada
tahun 2019

2.      Diketahui Distribusi
frekuensi pendidikan ibu hamil tentang kekurangan energy kronis (KEK) pada
tahun 2019

3.      Diketahui Distribusi
frekuensi ekonomi ibu hamil tentang kekurangan energy kronis (KEK) pada tahun
2019

4.      Di ketahuinya hubungan
faktor usia ibu hamil tentang kekurangan energy kronis

5.      Diketahuinya hubungan
faktor pendidikan ibu hamil tentang 
kekurangan energy kronis

6.      Diketahuinya hubungan
faktor ekonomi ibu hamil dengan kekurangan energy kronis

 

1.4   
RuangLingkup

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
pengetahuan ibu hamil tentang  kek
yang diambil dari faktor ibu yang meliputi faktor
ekonomi
ibu, faktor pendidikan ibu dan faktor umur ibu di
wilayah kerja Puskesmas XXX tahun 2019. Dengan data yang telah ditemukan dari
hasil studi pendahuluan dari 10 ibu
hamil yaitu
6 ibu hamil yang
tidak mengetahui tentang KEK dan 4 ibu hamil yang mengetahui tentang KEK.
Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan variabel
independen meliputi faktor ekonomi, faktor pendidikan Ibu dan faktor usia pada
ibu, sedangkan variabel dependennya adalah
kekurangan energi kronik (KEK). Desain penelitian yang
digunakan adalah  cross sectional yaitu
penelitian yang mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko
dengan efek dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus
pada suatu saat (point time approach)
artinya tiap subjek hanya diobservasi sekali dan pengukuran dilakukan terhadap
status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Instrumen penelitian ini berupa data primer dan
lembar kuesioner, penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019. Populasi penelitian
yaitu semua ibu hamil di wilayah kerja puskesmas XXX pada periode bulan Januari – Maret tahun 2019 dengan
sampel penelitian berjumlah 22 sampel dengan menggunakan teknik
random sampling.

 

1.5    Manfaat Penelitian

1.5.1  
ManfaatTeoritis

1.        
Bagi institusi
pendidikan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menambah bahan bacaan di perpustakaan kampus untuk referensi yang akan digunakan
penulis selanjutnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti
selajutnya.

2.        
Bagi
Peneliti

Dengan adanya penelitian ini penelitian
berharap dapat
menjadikan
sebagai sarana untuk mengaplikasikan sebagai pendidik, pelaksana, pengelola dan
dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan penulis.

1.5.2  
Manfaat Praktis

1.        
Bagi
Ibu Hamil

Diharapkan
dapat meningkatkan pengetahuan
ibu
hamil tentang
status gizi
seperti meningkatkan pengetahuan tentang memakan makanan yang bergizi,
berprotein, dan bervitamin.

2.        
Bagi
Tempat Penelitian

Dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam
meningkatan
pemberian pelayanan kesehatan terutama penyuluhan tentang status gizi pada ibu Hamil.

3.        
Bagi
Profesi

Hasil penelitian dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan dan sekaligus sebagai bahan perenca
naan peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih
bermutu
seperti meningkatkan konseling, dan meningkatkan
kualitas Anc

Wajib Pajak UMKM Tidak Perlu Sampaikan Laporan Tahunan Tax Amnesty

Kabar gembira untuk Wajib Pajak yang UMKM yang telah mengikuti Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty). Karena Direktur Jenderal Pajak telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-07/PJ/2018 tanggal 6 Maret 2018 tentang Perubahan Peraturan Direktur...

Istilah Perpajakan dan Keuangan dalam Bahasa Inggris Standar Kementerian Keuangan

Administrasi Sengketa Pajak (ASP) Tax Dispute Administration Agregasi Aggregation Ajudikasi Non Litigasi Non-litigation Adjudication Akses Informasi Access to Information Akta Notaris Notarial Deed Aktivasi Merek Brand Acivation Aktivitas Investasi Investing...

Kemenkes dalam Peringatan Hari Diabetes Sedunia di Era JKN — Resi Words World

Diabetes Melitus sudah tidak asing di telinga masyarakat, sebanyak 1 dari 11 orang kini mempunyai Diabetes. Sebagai puncak peringatan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November, Kementerian Kesehatan RI mengadakan Simposiun Nasional Hari Diabetes...

Indonesia Memimpin World Halal Tourism 2016, Kemenangan Pariwisata Indonesia — Resi Words World

Kementerian Pariwisata Indonesia (Kemenpar RI) dalam kesempatannya di penghujung akhir tahun 2016 mengajak berkumpul bersama kalangan media dan blogger dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 yang bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *