Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan

 

Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu
Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Desa XXX Wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2019

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1    Latar Belakang

Buku KIA merupakan alat komunikasi dan media informasi
yang penting bagi tenaga kesehatan, ibu hamil, keluarga dan masyarakat yang
berfungsi sebagai alat untuk mengetahui status kesehatan ibu hamil, dokumentasi
dan deteksi dini adanya resiko, konseling serta untuk memantau tumbuh kembang
balita (Depkes RI, 2005).

Salah satu faktor penyebab tidak langsung dari kematian
ibu yaitu terlambat mengetahui tanda bahaya kehamilan. Untuk dapat
mengantisipasi hal tersebut maka diperlukan suatu upaya untuk dapat mengenali
komplikasi kehamilan, Salah satunya adalah dengan pemanfaatan buku KIA yang
didalamnnya berisi informasi tentang tanda bahaya kehamilan. Maka dari itu ibu
hamil perlu diberikan pengetahuan agar dapat bersikap positif dan agar dapat
melakukan tindakan yang tepat saat menemui tanda-tanda bahaya kehamilan
(suryani,2009).

Menurut data WHO lebih dari 500.000 kematian ibu yang
terjadi setiap tahunnya, sebagian besar di negara berkembang kematian tersebut
merupakan dampak komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas. (WHO,2003).

Peningkatan Implementasi buku Kesehatan ibu dan Anak
(KIA) didukung oleh pemerintah pusat sebagai salah satu program untuk
meningkatkan kesehatan Ibu dan Anak, menuntun petugas kesehatan memberikan
pelayanan kesehatan ibu dan anak sesuai standar, melakukan dokumentasi secara
baik dan benar, serta merupakan satu satunya bukti yang yang dipegang ibu
sebagai dokumentasi status kesehatannya selama hamil, bersalin, nifas, imunisasi
dan tumbuh kembang balita sehingga mempermudah ibu dan keluarga serta petugas
kesehatan mengetahui riwayat kesehatan ibu dan anak (Kemenkes,2015).

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia 284/MENKES/SKIII/2004 tentang buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Menyatakan buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan
atau masalah kesehatan ibu dan anak (Depkes,2004). Penerapan buku Kesehatan Ibu
dan Anak (KIA) secara benar dapat meningkatkan peran tenaga kesehatan dalam
meningkatkan pengetahuan ibu hamil, memberdayakan keluarga dan masyarakat untuk
memantau kesehatan ibu hamil dan mengetahui cara deteksi dini kehamilan dengan
resiko dan mendapatkan pelayanan sesuai standar (Kemenkes,2015)

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun
2018 menyebutkan bahwa Kepemilikan Buku KIA anak 0-59 bulan yaitu memiliki dan
dapat menunjukan Buku KIA sebanyak 49,7 dan  memiliki tetapi tidak dapat menunjukan Buku
KIA sebanyak 16,2, Tahun 2018 Kepemilikan Buku KIA sebesar 65.9 meningkat di
banding Tahun 2013 yaitu 53.4 (Riskesdas,2018).

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada
tahun 2017, Jumlah kasus kematian ibu dikarenakan kehamilan, persalinan dan
nifas sebesar 76,03/100.000 kelahiran hidup, Jika dibandingkan dengan proporsi
AKI tahun 2017 yang ditargetkan maka AKI di Provinsi Jawa Barat sudah berada
dibawah target nasional (MDGS) tahun 2015. Berdasarkan pencatatan dan pelaporan
di provinsi Jawa Barat tahun 2017 terdapat 3.077 bayi meninggal meningkat 5
orang dibandingkan tahun 2016 (Profil Kesehatan Jawa Barat, 2017).

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan pada tahun 2018 jumlah kematian ibu
yang terjadi yaitu sebanyak 44 kasus, kematian neonatal 198 kasus, kematian
bayi 179 kasus dan kmatian balita sebanyak 17 kasus. (Laporan Tahunan Dinas
Kesehatan,2018)

Berdasarkan laporan Puskesmas XXX Pada tahun 2018 tidak ditemukan angka
kematian ibu, sedangkan angka kematian bay terdapat 11 kasus. (Laporan
Puskesmas XXX tahun 2018).

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah
kerja Puskesmas XXX pada tanggal 20 dan 26 April 2019 yaitu dari 10 ibu hamil
yang mengerti tentang tanda bahaya kehamilan  hanya sebanyak 4 orang, dan sebanyak 6 orang
mengatakan tidak mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Dari seluruh ibu
hamil tersebut seluruhnya mendapatkan Buku KIA. Dari 10 ibu hamil 4 orang
menyatakan memanfaatkan Buku KIA atau secara rutin membaca buku KIA dan 6 orang
lainnya menyatakan tidak memanfaatkan Buku KIA secara Optimal atau jarang
membaca Buku KIA karena berbagai alasan.

Dari uraian diatas peneliti tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dalam penelitian yang berjudul Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan
Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Desa XXX Wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2019?
”.

 

1.2    Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka
rumusan
masalah  dalam penelitian
ini adalah
“Bagaimana Hubungan Pemanfaatan
Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Desa XXX
Wilayah kerja Puskesmas XXX tahun 2019?
”.

 

1.3    Tujuan Penelitian

1.3.1       
Tujuan
Umum

Mengetahui Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan
Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Desa XXX Wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2019.

1.3.2       
Tujuan
Khusus

1.     
Mengetahui
Distribusi Frekuensi pemanfaatan Buku KIA di Desa XXX Wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2019.

2.     
Mengetahui
Distribusi Frekuensi Pengetahuan ibu hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Desa
XXX Wilayah kerja Puskesmas XXX tahun 2019.

3.      Mengetahui Hubungan Pemanfaatan Buku KIA
dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Desa XXX Wilayah
kerja Puskesmas XXX tahun 2019.

 

1.4    Ruang Lingkup

Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui 
Hubungan Pemanfaatan
Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Desa XXX
Wilayah kerja Puskesmas XXX tahun 2019.

Penelitian ini dilakukan karena masih
ada
ibu hamil yang
tidak mengetahui
tanda bahaya kehamilan dan masih ada ibu hamil yang tidak memanfaatkan Buku KIA
.
Penelitian dilakukan kepada ibu hamil dengan populasi sebanyak
44 orang dengan teknik total sampling. Penelitian
ini mengambil metode penelitian
analitik dengan
pendekatan cross-sectional,
artinya
dalam
waktu bersamaan.

 

1.5    Manfaat Penelitian

1.5.1       
Manfaat
Teoritis

1.      Bagi Peneliti

Dengan adanya penelitian ini penulis berharap dapat menjadikannya sebagai
sarana untuk mengaplikasikan ilmu hasil pembelajaran di pendidikan dalam
melakukan penelitian serta dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan penulis
seputar
Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan
Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan.

2.      Bagi Institusi Pendidikan

Hasil karya
tulis ilmiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai bahan referensi atau bacaaaan bagi mahasiswa dan sebagai
metode untuk melatih dan mendidik mahasiswa agar menjadi seoang bidan yang
berkompeten di bidangnnya.

1.5.2       
Manfaat
Praktis

1.      Bagi Tempat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat
dijadikan bahan masukan untuk para petugas kesehatan yang berada di Puskesmas XXX
agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam hal pemanfaatan
Buku KIA.

2.      Bagi Responden

Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menambah informasi dan
pengetahuan ibu tentang manfaat Buku KIA dan memotifasi
ibu untuk membaca Buku KIA.

Teknik Operasi Caesar pada Hewan (Bedah Genitalia)

Salah satu jenis pembedahan yang bisa dilakukan pada hewan jika dibutuhkan adalah pembedahan bagian reproduksi. Pembedahan pada daerah ini dilakukan untuk memperbaiki atau mengatasi masalah kesulitan yang terjadi pada alat reproduksi.  Karena pada  menjadi salah satu...

Buku BSAVA Manual of Exotic Pets, 4th edition

BSAVA Manual of Exotic Pets, 4th edition Ditulis oleh Anna Meredith, dan Cathy Johnson Delaney Ketebalan buku : 300 halaman Penerbit : British Small Animal Veterinary Association; Edisi ke-5 (19 Maret. 2010) Bahasa: InggrisBuku ini adalah panduan informasi yang...

Teknik Operasi Nephrotomy & Nephrectomy pada Hewan (Bedah Urinaria)

Neprotomy atau neprolitotomy adalah tindakan pembedahan membuka atau meninsisi ginjal untuk mengeluarkanm kalkuli (batu) ginjal. Dimana belum terjadi kelemahan fungsi ginjal yang lanjut. Neprotomy juga dilakukan untuk mengeluarkan cacing ginjal (dioctophyma renalis). ...

Handling dan Restrain Praktis pada Anjing dan Kucing

Anjing dan kucing merupakan hewan yang dekat dengan manusia, bahkan dijadikan hewan peliharaan oleh manusia. Oleh karenanya, sangat perlu bagi kita untuk bisa melakukan handling maupun restrain pada anjing dan kucing.  Dalam ilmu kedokteran hewan, handling dan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *