Organisasi-Organisasi KB di Indonesia | Jurnal Bidan Diah

Organisasi-Organisasi KB di Indonesia
1.        
Organisasi non pemerintah yaitu PKBI (Perkumpulan
Keluarga Berencana Indonesia)
pkbi
          Pada tahun 1953, sekelompok masyarakat yang terdiri dari
berbagai golongan, khususnya dari kalangan kesehatan memulai prakasa kegiatan
KB. Kegiatan kelompok ini berkembang hingga berdirilah Perkumpulan Keluarga
Berencana Indonesia (PKBI). Pada tahun 1957 tepatnya pada tanggal 23 Desember
1957 dengan Dr.R Soeharto sebagai Ketua PKBI adalah pelopor pergerakan  keluarga berencana yang membantu masyarakat
yang memerlukan bantuan secara sukarela.
          Tujuan dari PKBI adalah memperjuangkan terwujudnya keluarga
sejahtera melalui 3 macam usaha yaitu:
a.        
Mengatur kehamilan
b.       
Mengobati kemandulan
c.        
Memberi nasehat perkawinan

Pada tahun 1970 LKBN
dibubarkan oleh pemerintah dan kemudian dibentuk Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN)

2.        
Organisasi pemerintah yaitu BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional)
bkkbn
Keputusan Presiden RI Nomor 8 tahun 1970 tentang BKKBN yaitu Depkes
sebagai unit pelaksana program KB. BKKBN yaitu badan resmi pemerintah yang
bertanggungjawab penuh mengenai pelaksanaan program KB di Indonesia. Keuntungan
dari BKKBN adalah:
a.        
Memungkinkan program-program melepaskan diri
pendekatan klinis yang jangkauannya terbatas.
b.       
Memungkinkan besarnya peranan pakar-pakar non medis
dalam mensukseskan program keluarga berencana di Indonesia melalui pendekatan
ke masyarakat.
Sedangkan fungsi BKKBN adalah pengkoordinasi, perencana, perumus kebijaksanaan,
pengawas pelaksanaan dan evaluasi. Pada waktu itu tujuan program Keluarga
Berencana adalah :
a.        
Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu,anak
keluarga dan bangsa.
b.       
Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf
hidup rakyat dan bangsa
Dalam perkembangan selanjutnya BKKBN mengembangkan lagi kegiatannya menjadi
Program Nasional Kependudukan  dan  KB (KKB) yang pada waktu ini mempunyai  2 tujuan:
a.        
Tujuan demografis, yaitu mengendalikan tingkat pertumbuhan
penduduk berupa penurunan angka fertilitas dari 44 permil pada tahun 1979
menjadi 22 permil pada tahun 1990 atau 50 % dari keadaan pada tahun 1971
b.       
Tujuan normatif, yaitu  dapat dihayati Norma Keluarga Kecil bahagia
dan Sejahtera (NKKBS) yang pada satu waktu akan menjadi falsafah hidup
masyarakat dan bangsa Indonesia.

Teknik Operasi Caesar pada Hewan (Bedah Genitalia)

Salah satu jenis pembedahan yang bisa dilakukan pada hewan jika dibutuhkan adalah pembedahan bagian reproduksi. Pembedahan pada daerah ini dilakukan untuk memperbaiki atau mengatasi masalah kesulitan yang terjadi pada alat reproduksi.  Karena pada  menjadi salah satu...

Buku BSAVA Manual of Exotic Pets, 4th edition

BSAVA Manual of Exotic Pets, 4th edition Ditulis oleh Anna Meredith, dan Cathy Johnson Delaney Ketebalan buku : 300 halaman Penerbit : British Small Animal Veterinary Association; Edisi ke-5 (19 Maret. 2010) Bahasa: InggrisBuku ini adalah panduan informasi yang...

Teknik Operasi Nephrotomy & Nephrectomy pada Hewan (Bedah Urinaria)

Neprotomy atau neprolitotomy adalah tindakan pembedahan membuka atau meninsisi ginjal untuk mengeluarkanm kalkuli (batu) ginjal. Dimana belum terjadi kelemahan fungsi ginjal yang lanjut. Neprotomy juga dilakukan untuk mengeluarkan cacing ginjal (dioctophyma renalis). ...

Handling dan Restrain Praktis pada Anjing dan Kucing

Anjing dan kucing merupakan hewan yang dekat dengan manusia, bahkan dijadikan hewan peliharaan oleh manusia. Oleh karenanya, sangat perlu bagi kita untuk bisa melakukan handling maupun restrain pada anjing dan kucing.  Dalam ilmu kedokteran hewan, handling dan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *