Pastile De Slabit: CONTOH PENGUKURAN ANTROPOMETRI


LAPORAN
PRAKTIKUM

PENGKAJIAN
NUTRISI

ANTROPOMETRI
DAN IMT

Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Praktik Mata Kuliah

Kebutuhan
Dasar Manusia II

Dosen Pembimbing     :Siti
Fauziah SPd,APP,MKes

 

Disusun
Oleh :

Nama   : Hajar
Simping Fahmawati

NIM    : P07120214011

Jurusan : D IV Keperawatan

KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK
KESEHATAN JOGYAKARTA

JURUSAN
KEPERAWATAN

TAHUN
2015

ANTROPOMETRI

A.   
Dasar
Teori

Tubuh memerlukan energy
untuk fungsi fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, mempertahankan suhu, fungsi
enzim, serta pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak. Masalah nutrisi
merupakan hal yang sangat berhubungan dengan intake makanan yang diberikan pada
tubuh.

Pengkajian dan penilaian kecukupan gizi
atau nutrisi diperlukan untuk mengetahui keseimbangan kebutuhan tubuh akan
nutrisi dan kegunaannya.

Keseimbangan
kebutuhan nutrisi pada seseorang dikatakan baik apabila asupan nutrisinya
seimbang dengan kegunaannya. Keseimbangan nutrisi dipengaruhi oleh 2 hal yaitu
konsumsi makanan dan keadaan kesehatan tubuh.

Salah satu cara yang digunakan untuk
mengkaji dan menilai angka kecukupan nutrisi adalah dengan antopometri.

B.    
Pengertian
Antropometri

Antropometri berasal dari kata anthropos yang berarti manusia
dan metros
yang berarti ukuran. Istilah tersebut berasal dai
Bahasa Yunani.
Jadi dapat diartikan bahwa antropometri
adalah ukuran dari tubuh. Antropometri merupakan pengetahuan mengenai pengukuran
dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan
dengan perancangan alat alat atau benda benda yang digunakan oleh manusia.

Untuk mndapatkan suatu
perancangan yang optimum dari suatu ruang dan fasilitas, maka faktor faktor
seperti panjang dari suatu dimensi tubuh baik dalam posisi statis maupun
dinamis harus diperhatikan. Hal yang lain dan perlu diamati adalh berat dan
pusat masa dari suatu segmen atau bagian tubuh, bentuk tubuh, jaak untuk
pergerakan melingkar ari tangan dan kaki, dan sebagainya. Berikut akan
dijelaskan mengenai pengertian antropometri statis dan antropometri dinamis.

Antropometri
statis
adalah pengukuran dilakukan saat
manusia dalam kondisi diam dan linier pada permukaan tubuh
. Dimensi yang diukur pada antropometri statis  diambil secara linier ( lurus ) dan dilakukan
di permukaan tubuh. Agar hasil pengukuran reresentatif, maka pengukuran harus
dilakukan dengan metode tertentu terhadap berbagai individu, dan tubuh harus
dalam keadan diam.

Dalam antropometri statis
ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia, yaitu
sebagai berikut :

1.     
Umur

Ukuran
tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk
pria dan 17 tahun untuk wanita. Untuk lansia yang berumur sekitar 60 tahun, ada
kecenderungan untuk berkurang.

2.     
Jenis kelamin

Pada
umumnya laki laki mempunyai struktur yang lebih besar dari perempuan, kecuali
dada dan pingglnya.

3.     
Suku bangsa dan
ras

Ukura
tubuh manusia yang berbeda etnis dan ras mempunyai perbedaan yang signifikan.

4.     
Pekerjaan

Aktivitas
sehari hari juga menyebabkan perbedaan ukuran tubuh manusia. Contohnya : Pemain
basket biasanya memiliki struktur tubuh yang lebih tinggi daripaa orang biasa.

Sedangkan  Antropometri dinamis
adalah pengukuran dilakukan dengan memperhatikan gerakan gerakan yang mungkin
terjadi saat pekerja/ individu melakukan gerakannya.
Sehingga lebih kompleks dan lebih sulit untuk diukur.

Dalam antropometri dinamis
terdapat 3 kelas pengukurannya yaitu :

1.     
Pengukuran
tingkat keterampilan. Sebagai pendekatan untuk mengerti keadaan mekanis dari
suatu aktifitas. Contoh : dalam mempelajari performa atlet.

2.     
Pengukuran
jangkauan ruang yang dibutuhkan saat kerja. Contoh : jangkauan dari gerakan
tangan dan kaki efektif saat bekerja yang dilakukan dengan berdiri atau duduk.

3.     
Pengukuran
variabilitas kerja. Contoh : analisis kinematika dan kemampuan jari jari tangan
dari seorang juru ketik atau operator computer.

Antopometri gizi adalah  berhubungan dengan berbagai macam pengukuran
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antrometri
secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan
energi. Ketidak seimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan
proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumah air dalam tubuh.

C.   
Keunggulan
Antropometri

Beberapa
syarat yang mendasari penggunaan antopometri adalah :

1.      Alatnya
mudah didapat dan digunkan, seperti dacin, pita lingkar lengan atas, mikrotoa,
dan alat pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri dirumah.

2.      Pengukuran
dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif

3.      Pengukuran
bukan hanya dilakukan dengan tenaga profesional, juga oleh tenaga lain setelah
dilatih untuk itu.

4.      Biaya
relatif murah

5.      Hasilnya
mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas

6.      Secara
alamiah diakui kebenarannya

D.   
Kelemahan
Antropometri

1.     
 Tidak sensitif, artinya tidak dapat mendeteksi
status gizi dalam waktu singkat serta tidak dapat membedakan kekurangan zat
gizi tertentu seperti zink dan Fe

2.     
 Faktor di luar gizi (penyakit, genetik dan
penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitifitas
pengukuran antropometri

3.     
Kesalahan yang terjadi pada saat
pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi dan validitas pengukuran antropometri.

E.    
Jenis
jenis yang diukur

1.   
Berat Badan (BB)

Berat badan adalah salah satu parameter yang
memberikan gambaran massa tubuh. Berat badan adalah parameter antropometri yang
sangat labil. Dalam keadaan normal, dimana keadaan kesehatan baik dan keseimbangan
antara konsumsi dan kebutuhan gizi terjamin, maka berat badan berkembang
mengikuti pertambahan umur.
Berat
badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air, dan mineral pada tulang.
Pada remaja, lemak tubuh cenderung meningkat, dan  protein otot menurun
. Berat badan merupakan ukuran
antometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir
(neonatus). Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal.

2.    Tinggi
Badan (TB)

Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan
keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal tinggi badan tumbuh seiring
dengan pertambahan umur.
Tinggi badan
dapat diukur dalam keadaan berdiri tegak lurus, tanpa alas kaki, kedua tangan
merapat ke badan, punggung dan pantat menempel pada dinding dan pandangan
diarahkan ke depan. Kedua tangan bergantung relaks disamping badan. Potongan
kayu (atau logam), bagian dari alat pengukur tinggi badan digeser, kemudian
diturunkan hingga menyentuh bagian atas (verteks) kepala. Sentuhan harus
diperkuat jika subjek berambut tebal

3.    Lingkar
Lengan Atas

Pertambahan lingkar lengan atas ini relatif lambat. Lingkar lengan atas merupakan salah satu pilihan
untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah dan cepat. Tidak memerlukan
data umur yang terkadang susah diperoleh. Memberikan gambaran tentang keadaan
 jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit.

Ukuran lingkar lengan atas mencerminkan pertumbuhan
jaringan lemak dan otot yang tidak berpengaruh oleh keadaan cairan tubuh dan
berguna untuk menilai keadaan gizi dan pertumbuhan
.

Cara pengukuran lingkar lengan atas sebagai berikut :

a.      
Persiapkan pita pengukur

b.     
Pilih lengan kiri (karena lengan kanan yang paling
sering berfungsi).

c.      
Posisikan lengan 90 ° mengarah ke atas

d.     
Tetapkan posisi bahu dan siku

e.      
Letakkan pita pengukur antara bahu dan siku untuk
menentukan titik tengah lengan dengan cara membagi hasil ukuran panjanga antara
siku dan bahu.

f.      
Lingkarkan meteran pada titik tengah lengan

g.     
Meteran jangan terlalu di ketatkan namun jangan juga
terlalu longgar.

4.    Lingkar
Kepala

Secara
normal, pertambahan ukuran lingkar pada setiap tahap relatif konstan dan tidak
dipengaruhi oleh faktor ras, bangsa dan letak geografis. Saat lahir, ukuran
lingkar kepala normalnya adalah 34-35 cm. Kemudian akan bertambah sebesar + 0,5
cm/bulan pada bulan pertama atau menjadi + 44cm. Pada bulan pertama ini,
pertumbuhan kepala paling cepat dibandingkan dengan tahap berikutnya, kemudian
tahun-tahun pertama lingkar kepala bertambah tidak lebih dari 5 cm/tahun,
setelah itu sampai usia 18 tahun lingkar kepala hanya bertambah + 10 cm.

Adapun cara pengukuran
lingkar kepala adalah :

a.       Menyiapkan
pita pengukur (meteran)

b.      Melingkarkan
pita pengukur pada daerah glabella (frontalis) atau supra orbita bagian anterior
menuju oksiput pada bagian posterior. Kemudian tentukan hasilnya

c.       Mencantumkan
hasil pengukuran pada kurva lingkar kepala

5.    Lingkar
Dada

Pengukuran
lingkar dada dilakukan pada saat bernapas biasa (mid respirasi) pada tulang
Xifoidius (insicura substernalis). Pengukuran lingkar dada ini dilakukan dengan
posisi berdiri pada anak yang lebih besar, sedangkan pada bayi dengan posisi
berbaring.

Cara
pengukuran lingkar dada adalah :

a.       Menyiapkan
pita ukur

b.      Melingkarkan
pita pengukur pada daerah dada

c.       Mencatat
hasil pengukuran

6.    Panjang Lutut

Tinggi lutut erat kaitannya dengan
tinggi badan, sehingga data tinggi badan didapatkan dari tinggi lutut bagi
orang tidak dapat berdiri atau lansia. Pada lansia digunakan tinggi lutut
karena pada lansia terjadi penurunan masa tulang,  bertambah bungkuk,
sehimgga bertambah sukar untuk mendapatkan data tinggi badan akurat. Data
tinggi badan lansia dapat menggunakan formula atau nomogram bagi orang yang
berusia >59 tahun.

Pria
              
: (2.02 x tinggi lutut (cm)) – (0.04 x umur (tahun)) + 64.19

Wanita
         : (1.83 x tinggi lutut (cm)) –
(0.24 x umur (tahun)) + 84.88

7.    Lingkar Perut

Pengukuran
lingkar erut dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya obesitas abdominal/
sentral. Jenis obesitas ini sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit
kardiovaskuler dan diabetes mellitus.

Cara
pengukuran :

a.       Responden membuka pakaian yang sekiranya perlu

b.      Tetapkan titik batas tepi tulang rusuk paling bawah

c.       Tetapkan titik ujung lengkung tulang pangkal paha atau
pinggul

d.      Tetapkan titik tengah diantara titik tulang rusuk
terakhir titik ujung lengkung tulang pangkal paha/ panggul dan tandai titik
tengah tersebut dengan alat tulis.

e.       Minta reponden untuk berdiri tegak dan bernafas dengan
normal

f.       Lakukan pengukuran lingkar perut dimulai dari titik tengah
kemudian secara sejajar horizontal melingkari pinggang dan perut kembali menuju
titik tengah diawal pengukuran.

8.    Tekanan Darah

Pengukuran
ini untuk mendapatkan data tekanan darah tinggi pada penduduk yang berumur
lebih dari 15 tahun.

Beberapa
langkah pengukuran pemeriksaan tekanan darah adalah sebagai berikut :

a.       Pasang manset pada lengan atas, dengan batas bawah
manset 2-3 cm dari lipat siku dan perhatikan posisi pipa manset yang akan
menekan tepat diatas denyutan arteri di lipat siku

b.      Letakkan stetoskop tepat di atas arteri brakialis

c.       Rabalah pulsasi arteri pada pergelangan tangan

d.      Pompalah manset hingga tekanan manset mencapai 30 mmHg
setelah pulsasi arteri radialis menghilang

e.       Bukalah katup manset dan tekanan manset dibiarkan
turun perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik

f.       Bila bunyi pertama terdengar, itu sebagai tekanan
sistolik

g.      Turunkan tekanan manset sampai 0 mmHg, kemudian
lepaskan manset

9.   
Suhu

Nilai suhu tubuh dipengarui metabolism tubuh
dan aliran darah, serta hasil pengukuran akan berbeda sesuai dengan tempat
pengukuran. Suhu tubuh dapat diketahui dengan menggunakan alat thermometer.
Pengukuran suhu dapat dilakukan dengan cara :

1.     
Axiler

Cara pengukurannya adalah

a.      
Keringat
pada ketiak dikeringkan

b.     
Ujung
thermometer diletakkan pada puncak ketiak

c.      
Tunggu
sampai 5-10 menit

d.     
Baca hasil
pengukurannya

2.     
Oral

Cara pengukurannya

a.      
Ujung
thermometer dibersihkan dengan alcohol

b.     
Ujung
thermometer diletakkan di bawah lidah

c.      
Mulut
ditutup

d.     
Diamkan
selama 5 menit

e.      
Baca
hasilnya

3.     
Rectal

Cara pengukurannya adalah

a.      
Ujung thermometer
sedikit diberi pelican

b.     
Ujung air
raksa dimasukkan ke anus

c.      
Pembacaan
hasil dilakukan setalah 5 menit

INDEKS MASSA TUBUH

A.   
Pengertian

IMT atau sering juga disebut indeks
quatelet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli matematika Lambert Adolphe Jacques
Quatelet adalah alat pengukur komposisi tubuh yang paling umum dan sering
dilakukan. Beberapa studi telah mengungkapkan bahwa IMT adalah alat pengukuran
yang berguna untuk mengukur obesitas, dan telah direkomendasikan untuk evaluasi
klinik pada obesitas anak

Rumus perhitungan IMT adalah sebagai berikut:

IMT =             
     Berat Badan
(kg)              

Tinggi badan
(m) x Tinggi Badan (m)

Batas ambang IMT ditentukan dengan merujuk ketentuan
FAO/WHO, yang membedakan batas ambang untuk laki-laki dan perempuan. Batas
ambang normal laki-laki adalah 20,1-25,0 dan untuk perempuan adalah 18,7-23,8.

Tabel 2.
Kategori ambang batas IMT untuk Indonesia

Kategori

IMT

Kurus

Kekurangan berat badan tingkat berat

< 17,0

Kekurangan berat badan tingkat ringan

17,1-18,5

Normal

18,6-25,0

Gemuk

Kelebihan berat badan tingkat ringan

25,1-27,0

Kelebihan berat badan tingkat berat

>27,0

Sumber
: I Nyoman Supariasa dkk. Jakarta: EGG (2002 : halaman 61)

B.    
Kategori
Indeks Massa Tubuh

Untuk orang dewasa yang usianya 20 tahun
ke atas, IMT diinterprestasi menggunakan kategori status berat badan standar
yang sama untuk semua umur bagi pria dan wanita. Untuk anak-anak dan remaja,
interpretasi IMT adalah spesifik mengikut usia dan jenis kelamin. (CDC, 2009)

Secara umum, IMT 25 keatas membawa arti
pada obesitas. Standar baru untuk IMT telah dipublikasikan pada tahun 1998
mengklasifikasikan BMI dibawah 18,1 sebagai sangat kurus atau underweight, IMT diatas 23 sebagai berat
badan lebih atau overweight, dan IMT
melebihi 25 sebagai obesitas. IMT yang ideal nagi orang dewasa adalah diantara
18,5 – 22,9. Obesitas dikategorikan pada tiga tingkat : tingkat I (25-29,9), tingkat
II (30-40), tingkat III (>40). (CDC, 2002)

Tabel 1 : Klasifikasi Indeks Massa Tubuh
(WHO)

Tabel 2 : Batas Ambang IMT Indonesia

Gender

Kategori
IMT (Kg/m2)

Kurus

Normal

Kegemukan

Tingkat
Ringan

Tingkat
Berat

Pria

<18
kg/m2

18
– 25 kg/m2

>25
– 27 kg/m2

>27
kg/m2

Wanita

<17
kg/m2

17
– 23 kg/m2

>23
– 27 kg/m2

Keterangan
:

         
IMT < 17,0 : Keadaan
orang tersebut disebut kurus dengan ke