Tanda, Gejala dan Penyebab Obesitas – Berita | Tips

Dokter sering menggunakan formula berdasarkan tinggi dan berat badan, yang disebut indeks massa tubuh (BMI), untuk menentukan obesitas. Orang dewasa dengan BMI 30 atau lebih dianggap obesitas.

Tanda, Gejala dan Penyebab Obesitas
Obesitas didefinisikan sebagai memiliki terlalu banyak lemak di dalam tubuh. Obesitas adalah kekhawatiran lebih dari sekedar estetika. Ini meningkatkan risiko penyakit dan masalah kesehatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Dokter sering menggunakan formula berdasarkan tinggi dan berat badan, yang disebut indeks massa tubuh (BMI), untuk menentukan obesitas. Orang dewasa dengan BMI 30 atau lebih dianggap obesitas. Obesitas berat, juga dikenal sebagai obesitas berat atau obesitas morbid, terjadi ketika ada BMI 40 atau lebih tinggi. Dengan obesitas, penyakit terutama bisa memiliki masalah kesehatan yang serius.
Saat ini, sekitar sepertiga orang dewasa Amerika dianggap obesitas, dan obesitas juga menjadi masalah kesehatan yang berkembang secara global. Kabar baiknya adalah bahwa bahkan penurunan berat badan sederhana dapat memperbaiki atau mencegah masalah kesehatan yang terkait dengan obesitas.
Tanda dan Gejala Obesitas

Gejala yang terkait dengan obesitas dapat meliputi:
·        Kesulitan tidur.

·         Mendengkur.
·         Sleep apnea.
·         Nyeri punggung atau sendi.
·         Berkeringat terlalu banyak.
·         Selalu merasa panas.
·         Ruam atau infeksi pada lipatan kulit.
·         Merasa sesak napas dengan sedikit usaha.
·         Mengantuk atau lelah di siang hari.
·         Depresi.
Jika Anda memiliki gejala yang berkaitan dengan obesitas seperti yang tercantum di atas, temui dokter atau penyedia perawatan kesehatan Anda, dan dokter Anda mungkin mendiskusikan penurunan berat badan opsional. Bahkan penurunan berat badan yang moderat dapat memperbaiki atau mencegah masalah yang berhubungan dengan obesitas. Penurunan berat badan biasanya dimungkinkan melalui perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik dan perubahan perilaku. Dalam beberapa kasus, obat resep atau operasi penurunan berat badan dapat dipilih.
Meskipun ada efek genetik dan hormonal pada berat badan, pada akhirnya obesitas terjadi ketika lebih banyak kalori tidak dibakar melalui latihan dan kegiatan sehari-hari yang normal. Jaringan tubuh dengan kelebihan kalori. Obesitas sering diakibatkan oleh kombinasi penyebab dan faktor penyebab, termasuk:
·      Tidak aktif
Jika tidak terlalu positif, jangan membakar banyak kalori. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa sekarang menghabiskan sebagian besar waktu mereka duduk, baik di rumah, di tempat kerja atau selama kegiatan rekreasi. Dengan gaya hidup yang tidak aktif, mungkin tidak mudah membakar lebih banyak kalori per hari melalui latihan atau kegiatan sehari-hari yang normal. Menonton terlalu banyak TV adalah salah satu kontributor terbesar untuk gaya hidup yang tidak aktif dan menambah berat badan.
·       Pola makan dan kebiasaan makan yang tidak sehat
Makan lebih banyak kalori, makan makanan cepat saji, melewatkan sarapan, makan banyak kalori di malam hari, makan banyak kalori dan makan terlalu banyak, semua berkontribusi terhadap penambahan berat badan.
·       Kehamilan
Selama kehamilan seorang wanita, berat badan tentu harus meningkat. Beberapa wanita merasa bahwa berat badan ini hampir tidak bisa hilang setelah bayi lahir. Ini – menambah berat badan dapat berkontribusi pada perkembangan obesitas pada wanita.
·       Kurang tidur
Kurang dari tujuh jam semalam dapat menyebabkan perubahan hormonal yang meningkatkan nafsu makan. Mungkin juga memiliki makanan berkalori tinggi dan karbohidrat, yang dapat berkontribusi untuk penambahan berat badan.
·       Beberapa obat-obatan
Beberapa obat dapat menyebabkan penambahan berat badan jika tidak diimbangi melalui diet atau aktivitas. Obat-obat ini termasuk antidepresan tertentu, obat anti-epilepsi, obat diabetes, antipsikotik, steroid, dan beta blocker.
·       Masalah medis
Obesitas kadang-kadang dapat ditelusuri ke penyebab medis, seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Cushing, sindrom ovarium polikistik, dan kondisi dan kondisi lain. Beberapa masalah medis, seperti radang sendi, dapat menyebabkan aktivitas berkurang, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Tingkat metabolisme yang rendah tidak menyebabkan obesitas, seperti fungsi tiroid yang rendah.

Wajib Pajak UMKM Tidak Perlu Sampaikan Laporan Tahunan Tax Amnesty

Kabar gembira untuk Wajib Pajak yang UMKM yang telah mengikuti Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty). Karena Direktur Jenderal Pajak telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-07/PJ/2018 tanggal 6 Maret 2018 tentang Perubahan Peraturan Direktur...

Istilah Perpajakan dan Keuangan dalam Bahasa Inggris Standar Kementerian Keuangan

Administrasi Sengketa Pajak (ASP) Tax Dispute Administration Agregasi Aggregation Ajudikasi Non Litigasi Non-litigation Adjudication Akses Informasi Access to Information Akta Notaris Notarial Deed Aktivasi Merek Brand Acivation Aktivitas Investasi Investing...

Kemenkes dalam Peringatan Hari Diabetes Sedunia di Era JKN — Resi Words World

Diabetes Melitus sudah tidak asing di telinga masyarakat, sebanyak 1 dari 11 orang kini mempunyai Diabetes. Sebagai puncak peringatan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November, Kementerian Kesehatan RI mengadakan Simposiun Nasional Hari Diabetes...

Indonesia Memimpin World Halal Tourism 2016, Kemenangan Pariwisata Indonesia — Resi Words World

Kementerian Pariwisata Indonesia (Kemenpar RI) dalam kesempatannya di penghujung akhir tahun 2016 mengajak berkumpul bersama kalangan media dan blogger dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 yang bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *