UJI EFEK TERATOGENIK EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L.) Griff) PADA MENCIT PUTIH

Abstract: Daun wungu
(Graptophyllumpictum(L.) Griff) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki
aktifitas farmakologis sebagai antidiabetes, antioksidan dan estrogenik. Untuk
melihat keamanan daun wungu, telah dilakukan penelitian tentang uji efek
teratogenik ekstrak daun wungu terhadap mencit putih.  Hewan uji yang telah hamil diberikan ekstrak
daun wungu secara oral pada hari ke-6 sampai hari ke-15 kehamilan dengan dosis
yang digunakan adalah 50, 150 dan 450 mg/KgBB. Pada hari ke 18 kehamilan,
mencit dibunuh dengan cara dislokasi leher, kemudian dilakukan laparaktomi
untuk mengeluarkan fetusnya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun wungu
pada dosis yang digunakan tidak mempengaruhi berat badan induk mencit secara
nyata. Pengamatan secara makroskopis terdapat 
tapak resorpsi, fetus lambat pertumbuhan dan fetus mengalami celah pada
langit. Namun demikian, potensi teratogen dari ekstrak wungu belum dapat dipastikan
karena adanya kerentanan spesies.far

Keywords: Ekstrak daun wungu,
Teratogenik, Mencit putih

Penulis: Hilmarni, Uri
Rahmawati, Riki Ranova

Kode Jurnal: jpfarmasidd170344



Artikel Terkait :

Teknik Operasi Caesar pada Hewan (Bedah Genitalia)

Salah satu jenis pembedahan yang bisa dilakukan pada hewan jika dibutuhkan adalah pembedahan bagian reproduksi. Pembedahan pada daerah ini dilakukan untuk memperbaiki atau mengatasi masalah kesulitan yang terjadi pada alat reproduksi.  Karena pada  menjadi salah satu...

Buku BSAVA Manual of Exotic Pets, 4th edition

BSAVA Manual of Exotic Pets, 4th edition Ditulis oleh Anna Meredith, dan Cathy Johnson Delaney Ketebalan buku : 300 halaman Penerbit : British Small Animal Veterinary Association; Edisi ke-5 (19 Maret. 2010) Bahasa: InggrisBuku ini adalah panduan informasi yang...

Teknik Operasi Nephrotomy & Nephrectomy pada Hewan (Bedah Urinaria)

Neprotomy atau neprolitotomy adalah tindakan pembedahan membuka atau meninsisi ginjal untuk mengeluarkanm kalkuli (batu) ginjal. Dimana belum terjadi kelemahan fungsi ginjal yang lanjut. Neprotomy juga dilakukan untuk mengeluarkan cacing ginjal (dioctophyma renalis). ...

Handling dan Restrain Praktis pada Anjing dan Kucing

Anjing dan kucing merupakan hewan yang dekat dengan manusia, bahkan dijadikan hewan peliharaan oleh manusia. Oleh karenanya, sangat perlu bagi kita untuk bisa melakukan handling maupun restrain pada anjing dan kucing.  Dalam ilmu kedokteran hewan, handling dan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *